Promo BD36

Finish di Posisi Empat, Maroko Kebangkitan Sepakbola Afrika

Kabar terbaru dari Piala Dunia 2022. Setelah kalah dalam laga semifinal beberapa waktu lalu, Kroasia dan Maroko akhirnya diperjumpakan pada laga penentuan tempat ketiga. Dalam laga yang di gelar di stadion Khalifa pada 17 Desember 2022 itu, Maroko harus mengakhiri perjalanan fenomenalnya di Piala Dunia 2022 sebagai juara ke empat. Hingga laga berakhir, Kroasia unggul tipis dengan skor 2-1.

Setelah pertandingan tempat ketiga rampung digelar, saat ini hanya tersisa satu jadwal pertandingan saja di Piala Dunia 2022. Pertandingan itu adalah pertandingan final yang dilaksanakan pada 18 Desember 2022. Laga di partai final akan diikuti oleh Argentina dan Prancis. Kedua kesebelasan di prediksi punya kans kemenangan yang sama besar mengingat kemampuan mereka yang luar biasa.

Maroko

Maroko Kalah Tipis Dengan Kroasia

Laga Kroasia vs Maroko berjalan sangat seru. Sejak menit awal, kedua kesebelasan berlomba saling menggempur dan mengalahkan. Pertandingan ini juga begitu prestisius bagi kedua klub. Bagi Kroasia, dengan menenangkan laga ini maka prestasi mereka tidak akan merosot terlalu jauh dari pencapaian mereka musim lalu. Sementara itu untuk Maroko, kemenangan sebagai juara ketiga adalah kebanggaan besar. Tak hanya untuk skuad Maroko, itu akan jadi prestasi yang membahagiakan seluruh masyarakat di benua Afrika. Maroko tercatat sebagai satu-satunya tim asal Afrika yang sukses melenggang jauh dalam sejarah Piala Dunia.

Dalam turnamen malam itu, Kroasia jadi tim pertama yang memimpin skor. Gol perdana untuk Kroasia diciptakan oleh Gvardiol setelah memanfaatkan umpan kolaborasi yang direka oleh Modric dan Perisic. Gawang Bounou terkoyak saat pertandingan baru berjalan 7 menit saja.

Meski sempat tertinggal, Maroko tak tinggal diam. Mereka hanya butuh waktu dua menit saja untuk menyamakan kedudukan. Gol balasan Maroko tercipta di menit 9. Achraf membobol pertahanan Livakovic melalui peluang tendangan bebas. Setelah skor setara 1-1, Kroasia dan Maroko melanjutkan laga dengan lebih sengit. Ancaman demi Ancaman yang saling dikirimkan masih mampu digagalkan oleh pertahanan kedua tim.

Kroasia Bangkit Di Babak Kedua

Jelang akhir babak pertama, Kroasia sukses gandakan keunggulan. Melalui tendangan lengkung yang dikirim oleh Orsic, kembali kebobolan di menit ke 42. Skor berubah 2-1 untuk ketertinggalan Maroko. Hingga babak kedua berakhir, keunggulan Kroasia tak mampu dikejar oleh Singa Atlas.

Setelah kembali dari ruang ganti, Kroasia mengawali laga babak kedua dengan memberi tekanan yang lebih besar. Meski sempat kewalahan, untung saja Bounou masih mampu mempertahankan gawangnya. Di tengah laga yang kian panas, Kroasia dan Maroko sempat melakukan pergantian pemain. Maroko menarik keluar Sabiri yang kemudian digantikan oleh Chair. Sedangkan, Kroasia juga terpaksa harus mengevakuasi Kramaric karena alami cedera. Posisinya ditambal oleh penyerang lain yakni Vlasic.

Walaupun kehilangan satu penyerang andalan, namun kekuatan Kroasia tak terlalu terpengaruh. Hingga babak kedua usai, mereka berhasil mencegah pasukan Maroko menambah angka. Peluit panjang dari wasit di penghujung babak dua menandakan keberhasilan Kroasia menjadi juara tiga sementara Maroko harus finish di posisi empat. Kuda Hitam kalah tipis dengan skor akhir 2-1 saja.

Kebangkitan Sepakbola Afrika

Walau mengaku mengalami sedikit kekecewaan, namun pelatih Maroko Walid Reragui tetap mengapresiasi performa anak didiknya. Bagi Reragui, menjadi juara ke empat merupakan sebuah kebanggaan. Bagaimana pun itu merupakan sebuah pengukuhan jika kini  berada di jajaran empat tim terbaik di seluruh dunia. Reragui juga turut memberikan selamat atas pencapaian Kroasia.

“Kami tidak pernah menyerah dan ingin selalu menampilkan permainan terbaik. Selamat untuk Kroasia yang sangat layak meraih tempat ketiga. Sebagai tim muda kami akan terus belajar.” Kata Reragui.

Keberhasilan Maroko menjadi juara empat Piala Dunia 2022 dimaknai secara luas oleh Reragui. Baginya, kemenangan itu bukan semata kemenangan untuk timnas Maroko semata. Namun, pencapaian tersebut juga jadi tanda kebangkitan sepak bola di benua Afrika. Mengingat kegagalan skuad Afrika di Piala Dunia 2018, prestasi kuda hitam di tahun ini merupakan sebuah lompatan besar yang sangat berarti badi skuad benua hitam.

“Saya pikir kami telah menunjukkan bagaimana kekuatan yang kami miliki. Kami menunjukkan kepada dunia jika sepak bola Afrika siap bersaing dengan tim papan atas dan bermain di tingkat paling tinggi.” Pungkas Reragui.

About AdminDetikBola

Check Also

Usia Tua Penampilan Apik, Lima Pencetak Gol Tertua Di Qatar

OCristian Ronaldo dan juga Kompetisi Piala Dunia Qatar tahun 2022 sudah usai setelah Turnamen yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published.