Promo BD36

Kegagalan Bursa Musim Panas di Eropa

Detik Bola | Berita Bola Bursa musim panas kemarin benar-benar menyajikan berbagai fakta menarik, khususnya bagi para pendukung klub yang menginginkan para pemain incarannya. Hal itu diperhebat melalui beberapa keputusan dari klub yang nekad mengeluarkan anggaran besar demi memperoleh pemain yang mereka inginkan. Hal yang sangat wajar ketika sebuah klub memiliki modal yang sangat besar dengan target yang sama besarnya pula.

Namun sebuah harapan belum tentu berbanding lurus dengan praktik nyatanya. Seorang pemain mahal belum tentu menjamin kesuksesannya dalam sebuah tim. Bahkan mereka harus menerima kenyataan untuk duduk di bangku cadangan dalam waktu yang cukup lama. Terdengar menyakitkan namun begitulah yang harus mereka hadapi ketika kontrak sudah ditandatangani.

Salah satu klub yang terlanjur melakukan pembelian mahal adalah Atletico Madrid. Mereka sudah membeli Jackson Martinez dari Porto dengan nilai sebesar 35 juta Euro. Ia memang sudah kerap mengisi beberapa laga penting. Setidaknya, ia telah hadir dalam 15 pertandingan. Namun untuk bermain selama 90 menit, ia cuma diberi kesempatan dua kali. Padahal, Martinez dulunya adalah andalan terpenting Porto. Selama tiga tahun, ia membuktikan ketajamannya sebagai seorang pemain penting di sana. Ia telah mencetak 92 gol dari 133 laga. Namun selama bergabung bersama Atletico Madrid hingga saat ini, ia baru bisa mencetak 3 gol.

Pemain mahal lainnya yang sering dicadangkan adalah Memphis Depay. Menjelang masa-masa kehadirannya di MU, banyak yang mengelu-elukan dirinya. Diboyong dari PSV Eindhoven dengan nilai sebesar 27,5 juta Euro, ia ternyata tak mampu memenuhi harapan. Terhitung bahwa ia cuma 4 kali diturunkan dalam dua babak penuh pertandingan. Kini, nasibnya pun tidak begitu jelas di MU.

Namun bisa jadi bahwa keputusan untuk mencadangkan seorang pemain mahal karena ia masih menunggu giliran sambil mematangkan bakat di usia yang masih muda. Misalnya saja dengan pembelian Juventus pada Alex Sandro dari Porto. Pemain berusia 24 tahun ini dibeli dengan nilai sebesar 26 juta Euro. Sejauh ini, ia baru tampil sebanyak 7 kali. Artinya, ia masih menunggu waktu yang cukup lama supaya bisa membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu pemain mahal yang pernah dibeli oleh Juventus. Tidak mudah memang, namun hal itu harus dijalaninya sebagai bagian dari proses pemantapan karir.

Dalam setiap transaksi yang hendak dilakukan oleh sebuah klub, wajar jika pemberitaan begitu masive. Apalagi jika pemain yang diincar adalah satu dari beberapa yang difavoritkan. Bagi sebuah klub yang mengincarnya, hal semacam itu biasanya menimbulkan beban tersendiri. Di satu sisi, mereka memang harus membuktikan bahwa pemain itu layak untuk dibeli. Di sisi lain, ada kendala lain yang kurang mendukung proses pembelian nanti.

Sementara itu, sebagian klub juga sedang bermasalah dengan skuad yang mereka miliki saat ini. Persoalan skuad yang belum solid dan target di liga yang diikuti menjadi penyebab dari segala kebingungan untuk memutuskan siapa yang hendak dibeli, dan lebih penting lagi adalah siapa yang akan dijual. Misalnya saja Manchester United yang dulu sempat mengalami kegamangan karena tak bisa menentukan bagaimana seharusnya De Gea dijual ke Real Madrid. Mereka yang mengalami masa-masa sulit terpaksa harus menghadapi banyak tekanan dari para pendukungnya dan jajaran petinggi klub. Parahnya lagi, tidak ada keputusan yang benar-benar jelas dalam menentukan penjualan De Gea saat itu. Akhirnya, ia pun tetap bertahan di sana meski sempat menanggung malu akibat keputusan klub yang tak jelas.

Detik Bola | Berita Bola, Ulasan Panduan, Galeri, Jadwal Bola, Pasaran Bola

About AdminDetikBola

Check Also

Garuda-Muda

Intip Persiapan Menjelang Piala Asia U-20

Perjuangan Timnas belum usai, meskipun sudah melewati tahapan yang sangat ketat, untuk bisa lolos ke …

Leave a Reply

Your email address will not be published.